Showing posts with label anak. Show all posts
Showing posts with label anak. Show all posts

Wednesday, April 3, 2013

Kisah Kehidupan: Keluarga Muda di Bus Ekonomi #2 (Tamat)

Perjalanan agak tersendat. Bus dan kendaraan besar tidak diperbolehkan melewati jalan layang Sepanjang dan dialihkan jalurnya lewat jalan bawah. Sebabnya, sebuah truk pengangkut gabah mengalami patah as roda belakangnya saat berjalan naik. Volume kendaraan yang lumayan besar sedangkan jalurnya yang sempit mengakibatkan jalanan menjadi macet.

Kembali ke keluarga muda tadi. Tak lama kemudian sang bocah sepertinya mulai kehausan. Rewel di gendongan. Sigap, sang ibu segera meminta sang ayah untuk mengambil susu di tas jinjing yang ditaruh di dekat pintu belakang bus. Srettt... Resleting tas terbuka. Sepintas saya lihat segebok pampers bayi dan satu kotak susu formula bayi. Lumayan mahal setahu saya [kebetulan sering belanja pampers dan lihat harga-harga susu bubuk kemasan di toko swalayan]. Sekejap, sang ayah sudah memegang susu botol dan kemudian diberikan ke istrinya. Sepertinya sudah disiapkan sejak di rumah.

Tuesday, April 2, 2013

Kisah Kehidupan: Keluarga Muda di Bus Ekonomi #1

Libur panjang akhir pekan kemarin saya manfaatkan untuk mudik ke rumah mertua di kota Kediri. Kesempatan langka yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Sayangnya, agenda yang padat memaksa saya untuk terpisah dengan anak-istri yang berangkat duluan. Akhirnya, bus ekonomi menjadi pilihan saya di keesokan pagi harinya.

Terminal dan penumpang bus ekonomi selalu memberikan kesan tersendiri bagi saya. Tak terkecuali saat itu. Penumpang yang umumnya dari kalangan menengah ke bawah senantiasa membawa cerita yang tiada habisnya. Mulai dari masalah politik, ekonomi, pekerjaan, keluarga, romantisme, dst. Dan tentunya yang tak kalah spesial adalah tarif parkir motor yang mencapai 20 ribu untuk hari Jumat hingga Sabtu (dua hari)! [sepertinya perlu perda khusus untuk hal ini]

Thursday, February 28, 2013

Kisah Inspirasi: Dikin

Nama panggilannya Dikin, sebagaimana tertulis samar-samar di rombong warna biru di depan SDN Medokan Ayu. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan dukun (karena hanya beda vokal). Nama lengkapnya saya kurang tahu. Mungkin Sodikin, mungkin pula Sidikin atau bahkan yang lain. Sodikin, dan Sidikin dalam bahasa Al Qur’an berarti orang yang benar.

Saya pertama kali kenal Dikin sekitar 6 tahun yang lalu, saat masih tinggal di perumahan Griya Pesona Asri. Usianya mungkin sudah seumuran anak SMA sekarang. Maklum, waktu itu perumahan GPA masih baru dibangun di wilayah Medokan Ayu, belum ada fasilitas tempat ibadah karena penghuninya masih segelintir orang. Sehingga untuk sholat berjamaah maghrib, isya dan shubuh saya harus menuju masjid/ musholla di kampung sekitar dengan mengendarai sepeda motor.

Kisah Inspirasi: Suami Istri dan Rusa

Sabtu kemarin saya beserta keluarga meluangkan waktu untuk rekreasi murah meriah di Kebun Bibit Surabaya. Kami berangkat sekitar jam 6 pagi dari rumah mengendarai sepeda motor. Rencananya, mampir ke pasar, beli bubur buat sarapannya Gaza dan Nadia juga beli kacang panjang untuk diberikan rusa-rusa yang ada disana dan tak lupa beli pisau dan tatakan kayu buat persiapan Idul Qurban esok hari.

Dari luar pagar, tampak beberapa site di kebun bibit sudah dipenuhi anak-anak dengan segala aktivitasnya. Ada yang berseragam Pramuka, ada pula yang berseragam olah raga. Dan memang, di tempat parkir dalam terlihat deretab sepeda mini yang tersusun rapi.